Tuesday, April 20, 2010

Apakah Layak Sri Susuhunan Pakubuwono VI Jadi Pahlawan Nasional ??

 Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)

Kebanyakan di buku-buku pahlawan yang beredar di toko buku menyatakan bahwa sesuai SK Presiden RI no. 294 tahun 1964 menyatakan bahwa Sri Susuhunan Pakubowono VI adalah Pahlawan Nasional.
Awalnya saya menyangka itu hal yang wajar saja karena di buku pahlawan itu tidak ada kalimat yang menyatakan dia mendukung Belanda alias mengkhianati RI. Tapi ketika saya membaca sebuah buku lain(saya lupa judulnya) menyatakan bahwa beliau telah mengirim pasukan untuk membantu Belanda melawan Pangeran Dipenogoro walau ada unsur paksaan dari Jenderal de Kock. Tapi di banyak buku pahlawan menyatakan bahwa Sri Susuhunan Pakubuwono VI memang berniat mengirim pasukan untuk membantu Pangeran Dipenogoro tetapi Jenderal de Kock secara mendadak datang ke Surakarta yang memaksa beliau bersikap pasif dan akhirnya dipaksa mengirim pasukan yang justru membantu Belanda. Walaupun akhirnya beliau dibuang ke Ambon karena dituduh menyiapakan pemberontakan kepada rakyatnya padahal beliau hanya ingin mengunjungi makam nenek leluhurnya.
Harusnya beliau dengan tegas menolak seperti Sri Sultan Hamengkubuwono II yang menolak menyerahkan Yogyakarta kepada Inggris walaupun akhirnya dibuang ke Penang, Malaysia dan ke Ambon, Maluku. 

Dan untuk pemerintah RI harusnya pengeluaran SK diatas dipertimbangkan lagi supaya tidak memicu permasalahan. Saya tidak bermaksud merendahkan martabat raja-raja Jawa. Saya ingin memberitahukan yang sebenarnya.

Thursday, March 4, 2010

Apakah Columbus Mendarat ke Amerika Pertama Kali, Benarkah???

Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)


Mengapa saya memilih artikel ini karena mungkin hampir semua buku sejarah di dunia khususnya Indonesia selalu menganggap Columbus adalah penemu benua Amerika pertama. Tapi menurut saya Columbus bukanlah orang yang pertama kali mendarat di Amerika.

Mengapa begitu ? Sebab Columbus mendarat tahun 1502, sedangkan sebenarnya ada 2 orang lagi yaitu Leif Erikson tahun 1000 M yang mendarat di Newfoundland,Kanada dan orang Islam lah penemu pertama kali benua Amerika yaitu sekitar tahun 700-an masehi yang mendarat di sekitar Kuba,tempat Columbus pertama kali mendarat.


Karena dalam Wikipedia salah satu ensiklopedia Indonesia menyatakan bahwa Columbus ketika datang kesana untuk pertama kali dia menemukan bangunan mesjid yang pernah dilihatnya ketika sempat mendarat di benua Afrika.

Jadi saya menulis artikel ini bertujuan untuk membongkar kebohongan tentang siapa yang pertama kali mendarat di Amerika. Mengapa orang Eropa menutup-nutupi kebohongan itu ? Ini disebabkan karena benci dan iri terhadap Leif Erikson karena mereka Bangsa Viking yang merupakan musuh Eropa di utara dan benci pula terhadap orang Islam karena Islam sedang jaya-jayanya dan sempat pula menguasai Spanyol walaupun konflik intern memaksa mereka terusir dari negeri itu tahun 1492 M.

Wednesday, December 23, 2009

kuur house


Di Scheveningen Den Haag negeri Belanda ada sebuah bangunan yang kini dipakai Hotel. Pada masa lalu tepatnya dalam rangka Konperensi Meja Bundar gedung ini dipakai untuk perundingan Indonesia Belanda yang disaksikan PBB guna penyelesaian Dekolonisasi di Indonesia. Pada hari Senin tanggal 21 Desember 2009 dalam suasana lingkungan bersalju, Pak Rosihan Anwar melakukan Napak Tilas disini. Baginya tempat ini merupakan situs penting tempat berlangsungnya perhelatan bangsa itu pada masa lalu. Saat itu sebagai wartawan "Pedoman" dirinya diundang pemerintah Belanda untuk meliput jalannya konperensi yang berlangsung dari bulan Agustus sampai November 1949. Nama gedung ini dahulu "Kuur House" kira-kira artinya rumah berobat. Gedung yang dibangun pada abad ke 19 ini berada dipantai dekat kota Den Haag. Pantai itu dikenal sebagai daerah Scheveningen. Pak Rosihan dengan sedikit romantik bercerita : "Dahulu pada tanggal 17 Agustus 1949, Wakil Presiden, Perdana Menteri RI mengadakan perayaan 17 Agustus yang keempat kalinya diruangan ini. Beliau berpidato dimana antara lain dikatakannya, 4 tahun lamanya kami berjuang dimana kami mengalami kekalahan-kekalahan, tapi kami tidak mau mengaku kalah". Berhenti sejenak pada ceritanya Pak Rosihan termenung, memandang jauh keruang resepsi Kuur House yang kini adalah restoran hotel seolah jago tua wartawan ini berada menembus waktu lampau dan benar-benar berada ketika konperensi tersebut berlangsung. Meja Bundar berakhir dengan peristiwa "Penyerahan Kedaulatan" yang berlangsung diistana Dam, Amsterdam. Kami akan berkunjung kesana besok rencananya tanggal 25 Desember 2009, semoga tidak turun salju......

Sunday, December 20, 2009

gambar penuh misteri



Gambar-gambar aneh ini ada di Kraton Kanoman Cirebon. Keempatnya merupakan keramik ex Delft (Belanda) yang ditempel didinding pagar luar. Kelihatannya bukan coretan berasal dari Indonesia, tapi dari luar negeri. Sedikit mengundang pertanyaan gambar kanan atas. Tampak lelaki bersorban memotong kepala seorang wanita dan menaruhnya diatas baki yang dipegang wanita lain. Sungguh sebuah gambar yang kurang enak dilihat. Ada yang bisa menjelaskan ?

Salju di Den Haag

Raportase dari Nederland
Tanggal 19 Desember 2009 bersama wartawan senior Rosihab Anwar, putri dan anak menantunya, saya berangkat ke Belanda. Kami tiba di Sciphol pada keesokan harinya tanggal 20 Desember 2009. Menyambut Bapak Duta Besar Fanny Habibie dan Bapak Firdaus. Adapun, kunjungan ini terkait pada undangan Radio Nederland (RNW) kepada Bapak Rosihan Anwar untuk ikut memperingati 60 th KMB dan Penyerahan Kedaulatan kepada RIS. Ternyata di Belanda sedang turun salju cukup hebat. Ini untuk pertama kali seumur hidup saya mengalami salju. "Sungguh sangat romantis" Seperti tampak dalam foto adalah halaman depan "Wisma Tamu" di Wassenar dimana saya tinggal (difoto dari kamar saya). Bapak Rosihan bersama anak dan menantunya menginap, di Wisma Duta tidak jauh disebarang jalan.

Friday, December 18, 2009

Matahari terbit tanggal 1 Januari 1950

Proses panjang yang menyita tenaga dan pikiran selesai sudah pada tanggal 27 Desember 1949 yaitu Penyerahan Kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat. Kalau di Belanda berlangsung di Istana Dam oleh Ratu Belanda Juliana kepada Perdana Menteri RIS Mohamad Hatta, di Jakarta dari Wakil Mahkota Belanda Lovink kepada Sri Sultan Hamengkubuwono. Sementara sejak tanggal 17 Desember 1949 Bung Karno mantan Presiden RI telah dinobatkan (begitu istilahnya waktu itu) di Yogyakarta menjadi Presiden RIS. Publikasi Negara baru ini menjadi perhatian publik. Salah satu yang menarik yang mungkin sudah dipersiapkan lebih dahulu, dibuatlah Almanak atau Penanggalan pertama untuk tahun 1950. Pada gambar awal untuk tanggal 1 Januari 1950, terpampang gambar Presiden RIS Soekarno sedang berpidato. Gambar inbi menjadi simbol kebanggaan tak terhingga yang banyak digantung diruang muka rumah penduduk. Semua bangga kepada Presidennya mungkin pada saat itu. Kemana Republik Indonesia yang sudah diakui kedaulatannya itu ? Republik Indonesia selanjutnya berlaku sebagai Negara Bagian. Untuk ini pada tanggal yang sama dengan pengakuan kedaulatan RI tersebut, diangkatlah Mr Asaat (mantan ketua KNIP) menjadi Pemangku Jabatan Presiden RI. Pelantikan dilakukan oleh Presiden RIS, Ir Soekarno. Sejak itu Sang Merah Putih berkibar tanpa gangguan diseluruh peloksok tanah air, kecuali Irian Barat. Merah Putih resmi di Irian Barat setelah PEPERA tahun 1962. Inilah sejarah......

Tuesday, December 15, 2009

Mr. ASSAAT PEJABAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SEMBILAN BULAN

Ketika itu dalam tahun 1946-1949 di Jalan Malioboro Yogyakarta hampir setiap hari terlihat seorang berbadan kurus semampai berpakaian sederhana sesuai dengan irama revolusi. Terkadang ia berjalan kaki kalaupun tidak bersepeda menelusuri Malioboro menuju ke kantor KNIP tempatnya bertugas. Dibalik kulitnya yang kehitam-hitaman dia memancarkan wajah ceriah serta bersikap sederhana. Walaupun usianya saat itu baru 40 tahun terlihat rambutnya mulai memutih dengan peci beludru hitam yang tidak pernah lepas dari kepalanya.

Itulah sosok Mr. Assaat yang menjabat Presiden RI sekitar 9 bulan Mr. Assaat menjabat dari tanggal 27 Desember 1949 - 15 Agustus 1950. Dalam catatan sejarah pada 27 Desember 1959 terjadi dua transfer kekuasaan yaitu di Amsterdam Negeri Belanda ada penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) dan di Yogyakarta ada penyerahan kedaulatan dari Republik Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat. RIS yang terdiri dari 16 negara bagian yang salah satunya adalah Republik Indonesia. Karena Soekarno dan Moh Hatta telah ditetapkan menjadi presiden dan perdana menteri RIS berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia. Untuk mengisinya maka Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) Mr. Assaat dilantik pada 27 Desember 1949 sebagai Pemengku Jabatan (action) Presiden RI. Pengakuan keberadaan RI dengan presidennya Mr. Assaaat dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampaknya bahwa sejrah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernha putus sampai kini.

Walaupu usia Republik Indonesia sebagai negara bagian RIS hanya delapan bulan, Mr. Assaat telah melakukan usaha signifikan dalam memperjuangkan kembali negara kesatuan yang meliputi seluruh kepulauan Indonesia. Banyak negara bagian RIS yang menggabungkan diri pada Republik Indonesia pimpinan Mr. Assaat. Akhirnya jumlah negara bagian RIS hanya tinggal tiga, yaitu Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatera Timur.

Pada bulan Juli 1950 negara RIS yang terdiri dari Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatera Timur mengubah bentuk Negara Federasi RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai tanggal 17 Agustus 1950. Ketiga presiden negara bagian tadi menyerahkan mandat kepresidenan kepada Soekarno sebagi Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Walaupun ini merupakan bentuk taktik diplomasi bangsa Indonesia untuk menghadapi kelicikan Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia seperti sebelum terjadinya Perang Dunia II dahulu dan sekaligus memenangkan seluruh wilayah Indonesia untuk kembali ke pangkuan Republik Indonesia.

Dengan pengakuan keberadaan RI dalam RIS yang hanya bebarapa bulan, tampak sejarah Republik Indonesia sjak 1945 tidak pernah putus sampai kini. Bahkan ketika memangku jabatan, Mr. Assaat menandatangani statuta pendirian Universitas Gajahmada di Yogyakarta atas nama Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian kita tidak dapat menghilangkan realitas sejarah bahwa Mr. Assaat adalah pejabat presiden yang diakui pula statusnya dalam kepemimpinan Republik Indonesia.

Dalam perjalanan sejarah hidupnya Mr. Assaat seorang yang demokrat dan seorang muslim pernah menentang kebijakan Presiden Soekarno pada masa demokrasi terpimpin yang memberi angin segar kepada PKI didalam pemerintahannya. Karena keamanan yang terancam kemudian beliau menyingkir ke Sumatera, hingga terjadilah perlawanan terhadap pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) bersama para tokoh lainnya, sehingga membawanya dalam penjara masa demokrasi terpimpin selama empat tahun dari tahun 1962-1966. Dia baru keluar dari tahanan di Jakarta setelah Orde Lama diganti rezim Orde Baru. Selama sepuluh tahun berlangsung pada 16 Juli 1976 Mr Assaat yang lahir di Sumatera Barat, 18 September 1904 ini meninggal dunia di rumahnya yang sederhana di Warung Jati- Jakarta Selatan. Lelaki bergelar Datok Mudo ini diantar oleh teman-teman seperjuangannya, sahabat, handai tolan dan semua keluarganya. Pada waktu pemakaman dia dihormati oleh negara dengan prosesi kebesaran militer.

Oleh Suwandi, S.Pd.M.Pd. alumni Universitas Negeri Surabaya ini peminat sejarah yang tinggal di Gresik, Indonesia